Berbicara masalah agama tidak terlepas hubungannya dengan manusia, karena ajaran agama diperuntukkan bagi manusia yang sekaligus merupakan kebutuhan primer dalam hidupnya. dengan berpedoman pada ajaran agama manusia dapat hidup secara seimbang lahir dan batin, bahasia dunia akhirat. Manusia butuh ajaran agama paling tidak karena dua alasan :
A. Ajaran agama berguna sebagai petunjuk dan pegangan hidup bagi manusia
adapun petunjuk dan pegangan hidup agama yang dibutuhkan manusia antara lain dalam empat hal yaitu:
1. Untuk memelihara dan mempertahankan status kemuliaan manusia, dalam hal ini agama memberikan petunjuk pemeliharaannya dengan dua cara yaitu beriman dan beramal shaleh (at tin:4-6)
2. untuk dapat melaksanakan tugas manusia dengan baik sebagai khalifah di bumi(al baqoroh:30) Manusia bertugas sebagai khalifah artinya mahkluk Allah yang ditunjuk untuk memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan hidup yang baik dan sehat di darat, di laut dan di udara.
3. untuk dapat melaksanakan interaksi sosial dengan sebaik-baiknya. Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang memiliki sifat interdepedensi (saling membutuhkan satu sama lain)
4. Untuk memenuhi kebutuhan rohani manusia. Struktur manusia terdiri dari jasmani dan rohani. Manusia disebut manusia apabila keduanya menyatu dan jika terpisah maka berubah menjadi mayit. keduanya adalah jasmani dan rohani yang sama-sama membutuhkan asupan brupa nutrisi, misalnya, untuk jasmanu berupa sandang, pangan dan papan. Dan untuk rohani berupa bimbingan nilai luhur agama.
B. Ajaran agama sebagi sumber kebenaran yang dibutuhkan oleh akal fikir manusia
Di antara sifat manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya adalah kecenderungan mencari kebenaran. Manusia dapat berfikir, berfikir adalah bertanya, bertanya adalah mencari jawaban, jawaban yang dimaksud adalah suatu kebenaran.
Kebenaran dibagi menjadi dua sifat:
- kebenaran relatif yaitu kebenaran lokal dan temporal yang bersumber dari hasil temuan teori ilmu pengetahuan dan falsafah dengan objek kajiannya adalah fenomena alam fisik dan metafisik dengan alat akal fikit yang relatif
- kebenaran mutlak yaitu kebenaran universal dan kekal yang bersumber dari wahyu Allah SWT, yang disampaikan kepada para Nabi dan Rasulnya, baik menyangkut fenomena alam fisik maupun meta fisik juga hal-hal yang berhubungan dengan ghaib.
Kemudian apa yang dimaksud dengan kebenaran itu? untuk mengetahui lebih jauh tentang hal ini perlu dipaparkan tiga macam teori kebenaran , antara lain:
1. Teori korespondensi : ialah teori yang menyatakan bahwa kebenaran ialah kesesuain antara pernyataan dan kenyataan yang ada. Contoh suatu pernyataan: Jakarta adalah ibu kota Indonesia, Al-quran adalah wahyu Allah SWT bukan ciptaan Nabi Muhammad SAW. dua pernyataan tersebut adalah benar karena sesuai dengan kenyataan.
2. Teori koherensi : menyatakan bahwa kebenaran adalah suatu pernyataan yang cocok (konsisten) dengan pernyataan lainnya yang telah di ketahui dan diterima sebagai suatu kebenaran. Contoh pernyataan pertama(1)Ke Esaan Allah adalah mutlak(2)Nabi Muhammad adalah utusan Allah, dua pernyataan pertama diaatas tersebut telah di terima sebagi pernyataan yang benar, jika diambil dalam pernyataan bentuk lainnya , seperti dalam pernyataan kedua ini(1)Allah tidak beranak dan tidak sama dengan mahkluk lainnya (2) Nabi Muhammad bukan anak Allah. Maka pernyataan kedua juga merpakan kebenaran karea sesuai dengan pernyataan pertama yang diketahui dan diterima sebagai suatu kebenaran.
3. Teori pragmatis: teori ini menyatakan bahwa suatu dalil atau aksioma dikatakan benar jika dalil tersebut masih berlaku, berguna dan memuaskan.
Di dalam ilmu tauhid, para ulama mutakhallimin hingga kini masih lazim menggunakan dalil naqli(Al-quran dan Al-hadist) dan dalil aqli(rasio) Teori kebenaran diatas releven digunakan untuk keperluan dalil aqli guna membuktikan kebenaran ajaran agama. untuk mencapai suatu kebenaran , manusia harus menempuh melalui tiga cara yaiut (1)ilmu pengetahuan(1)filsafat(3)wahyu yang terdapat dalam ajaran agama.
C. Macam-Macam Agama
Mata Kuliah PAI – Drs. H. Achmad Rosyidi
Agama adalah ajaran yang disampaikan Tuhan kepada para Nabi dan Rasul-Nya guna dijadikan petunjuk bagi manusia. Bahkan ada agama yang diciptakan manusia misalnyaagama primitif (Animisme, dinamisme, politheisme). Menurut Allah agama yang diterima dan diakui kebenarannya adalah islam (Ali Imron:19).
Apabila ditinkau dari asal usul lahirnya suatu agama para ahli antropologi membedakan agama itu menjadi dua macam, yaitu:
1. Agama samawi(agama langit) yaitu agama yang berasal dari Allah SWT lalu diturunkan kepada para Nabi dan Rasul-Nya untuk selanjutkanya disampaikan kepada umat manusia , adapu ciri-cirnya sebagai berikut:
a. sejarah kelahiran dapat ditentukan secara pasti, bukan tumbuh dari masyarakat melainkan diturunkan kepada masyarakat
b. disampaikan oleh manusia pilihan Allah sebagai utusan-Nya, utusan itu bukan pencipta agama melainkan penyampai /penyeru saja
c. memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia
d. ajarannya serba tetap walaupun interpretasinya dapat berubah sesuai dengan dinamika kecerdasan dan kepekaan manusia
e. konsep ketuhanannnya adalah Monotheisme mutlak(tauhid)
f. kebenarannya adalah universal yaitu berlaku bagi setiap manusia , masa dan keadaan
2. Agama Ardhi (Agama bumi) disebut juga agama budaya yaitu agama yang lahir hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Misalnya agama-agama primitif. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:
a. tumbuh secara kumulatif dalam masyarakat penganutnya
b. tidak disampaikan oleh utusan Tuhan (Rasul)
c. umumnya tidak memiliki kitab suci , kalau ada akan tetapi mengalami perubahan-perubahan dalam perjalanan sejarahnya
d. ajarannya dapat berububah ubahsejalan dengan perubahan budaya penganutnya
e. konsep ketuhanannya adalah animisme, dinamisme, polithisme dan yang paling tinggi monotheisme yang nisbi
f. kebenaran ajarannya tidak jniversal, yaitu tidak berlaku bagi setiap manusia, masa dan keadaan.
D. Agama Islam
Pada hakekatnya agama yang diturunkan Allah kepada semua Nabi dan Rasul-Nya mulai adam A.S. hingga pada n nabi yang terakhir Nabi Muhammad SAW adalah sama yaitu Islam. hal ini diketahi dari kesamaan prinsip ajarannya yang menekankan pada makna islam itu sendiri yakni ajaran penyerahan diri dan kepatuhan secara bulat kepada aturan-aturan Tuhan. Jusru manusia yang merubah nama agama islam itu dalam perjalanan sejarahnya.
Adapun fungsi agama islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, menurut Al-quran surat An nisa’ : 46 dan Al maidah : 15 disyaratkan sebaga berikut:
1. untuk menyempurnakan agama yang telah diturunkan pada periode sebelumnya
2. meluruskan dan mengoreksi ajaran agama Allah yang dirubah manusia, misalnya tentang ke-ESA-an Tuhan
3. membimbing akal fikiran manusia dan hati nuraninya dalam menentukan pilihan agama secara tepat misalnya memilih agama yang sesuai dengan fitrah manusia
E. Tujuan Agama Islam
Tujuan agama islam antara lain:
1. untuk mewujudkan kehidupan bahagia secara utuh lahir batin,kehidupan yang damai penuh kasih sayang da selamat dunia akhirat
2. untuk memanusiakan manusia, karena kehidupan manusia tanpa pegangan agama cenderung tidak manusiawi yang pada gilirannya dapat meruntuhkan martabatnya.
3. untuk membekali manusi a agar memiliki sikap pengendalian diri karena tanpa agama ia cenderung dipengaruhi hawa nafsu tanpa mengenal batas , misalnya berfikir bebas tanpa mengenal batas berperasaan tanpa tenggang rasa, berprilaku tanpa mengenal baik dan buruk.
F. Pokok-Pokok Ajaran Islam
Pada prinsipnya ajaran islam itu terdiri dari tiga aspek:
1. Aqidah, disebut juga iman yiutu ajaran tentang keyakinan dan kepercayaan misalnya beriman kepada Allah, malaikat, kitab, Rasul, hari akhir dan qodla qodar
2. Syariah disebut juga islam yaitu aplikasi penyerahan diri secera bulat kepada segala sesuatu ketetuan hukum Allah misalnya; syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji serta hukum Allah yang lainnya seperti ekonomi, sosial, politik, pernikahan, kemaslahatan umum dan sebagainya
3. Akhlak disebut juga ikhsan yaitu ajaran tentang prembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, bebudi luhur dalam semua segi kehidupan, ini di tempuh melalui penghayatan ajaran agama danpendekatan diri kepada Allah melalui ibadan dan muamalah yang intensif dengan penuh ikhlas untuk emperoleh ridho-Nya seolah-olah dia disaksikan oleh Allah meskipun dia tidak melihatNya.
G. Sumber-sumber ajaran islam
Sumber ajaran islam ada tiga yaitu
1. Al-quan sebagai firan Allah SWT yang disampaikan kepada nab Muhammad SAW melalui malaikat jibril. Al-quran sebagai sumber yang pertama dan utama
2. Al hadist atau disebut juga sunnah yaitu segala bentuk ucapan, perbuatan dan persetujun dari nabi Muhammad SAW tentang sesuatu hal. Fungsinya antara lain sebagai tafsir atau penjelasan dari ayat-ayat Al-quran yang bersifat global
3. Ijtihad atau disebut juga ro’yu yaitu fatwa para ulama atau pakar yang benar-benar ahli dibidang hukum islam seperti imam syafi’i, maliki, hanafi dan hambali. fungsinya antara lain untuk mereaktualisasikan ajaran islam sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
H. Agama Islam dan ke-Nabi-an
Nabi dan Rasul adalah penerima dan penyampai ajaran Allah kepada manusia , ia merupakan pilihan Allah yang tidak bisa dicapai melalui usaha manusia biasa. Pada dasarnya Nabi dan Rasul sama-sama membawa ajaran Allah karena itu ajarannya sama yaitu islam, dalam arti penyerahan diri secara total kepada hukum Allah. Setiap Nabi dan Rasul memiliki sifat ma’sum (terpelihara dari noda dan dosa) dan dibentuk sebagai potret manusia sempurna dalam semua aspek ehidupannya guna menjadi teladan dan cermin bagi manusia. Mereka dibekali mukjizat yang tidak dapat di tiru dan dipelajari oleh manusia lainnya guna dapat meyakinkan kebenaran ajaran Allah itu. Disamping memiliki sifat-sifat yang umum seagai manusia biasa, mereka juga memiliki sifat yang lazim, yaitu siddiq(jujur dan konsisten), amanah(terpercaya dan bertanggung jawab), tabligh(transparan dalam menyampaik ajaran), fathonah(memiliki kecerdasan yang prima)
Menurut hadist jumlah para nabi sejar Nabi Adam S.A sampai Nabi Muhammad SAW adalah 124.000 orang nab tetapi yang sisebutkan namanya dalam al-Quran hanya berjumlah 25 orang, lima diantara mereka ada yang memiliki predikat ulul azmi yaitu memiliki sifat kesabaran, ketabahan dan keteguhan hati yang luar biasa dalam megemban tugas kenabiannya. Mereka itu adalah Nabi Ibrahim A.S, Nabi Nuh A.S, Nabi Musa A.S dan Nabi Muhammad SAW. Al-quran surat al ahzab:40, diantara 124.000 nabi ada sejumlah 313 orang yang memiliki tugas rankap yaitu sebagai nabi dan Rasul sekaligus.
Mata kuliah PAI – Drs. H. Achmad Rosyidi
artikel bagus
ReplyDeleteterimakasih pujiannya sob
DeleteEdukatif dan Informatif Sob artikel na...
ReplyDeletemoga makin Sukses dengan lahirnya Blog kedua ini...
Happy Blogging.. :D
makasih ya sob kunjungannya, pokoknya sobat ristian masih mau suport pasti akan lebih maju
DeleteArtikel yang bagus untuk dijadikan sebagai bahan kajian dan mengundang para pemikir untuk benar2 memikirkan apa yang berhubungan dengan agama itu.
ReplyDeleteSesuai dengan artikel di atas, saya mau nanya nih, gmn pendapatnya tentang hubungan tujuan agama pada artikel ini dengan kekerasaan yang terjadi saat ini yang mengatas namakan agama untuk melakukan sebuah pengrusakan. apakah dalam agama dibolehkan untuk berbuat kekerasan...??
Terimakasih atas komentarnya sob
Deletesaya akan mencoba memberi pendapat saya, agama tidak membolehkan apa yang dinamakan kekerasan, agama mengajarkan kedamaian, kita contoh saja Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan agama dengan jalan tidak memaksa agamaku agamaku agamamu agamamu, kekerasan boleh dilakukan jika keadaan sudah kepepet dan orang kafir yang menyerang orang muslim duluan.
kita yang hidup di Negara hukum yang menghargai adanya HAM, tentunya tidak membolehkan dengan adanya kekerasan, jika ada sekelompok oranag mengatas namakan jihad agama, dengan jalan kekerasan seperti contoh mengebom, teroris dan lain sebagainya itu menurut saya bukan jihat tetrapi terlaknat. seperti itu kurang lebihnya
Mantabsss sob artikelnya...follow back sukses #13
ReplyDeleteThank you sob, akan saya followback
Delete