Ilmu tasawuf merupakan bagian ilmu akhlak, ilmu ini mengandung teori-teori tentang tatacara mengelola hati degan mendekatkan diri kepada Allah. Akselerasi/titik Tuhan adalah mensucikan rohani, caranya dilakukan melalui zuhud/latihan-latihan spiritual .
Zuhud adalah pelatihan rohani dalam bentuk melepaskan hati dari kegemerlapan duniawi dengan selalu berdzikir kepada Allah. Praktek zuhud tidak membenci dunia, bahkan berusaha mencari kebahagiaan dunia, hanya saja tidak mau diperbudak oleh dunia. Dunia atau harta dipandang sebagai alat beribadah kepada Allah untuk mencapai bahagia sejati.
Ada dua tokoh sentral didalam tasawuf yang berbeda pendapat dalam mempraktekkan zuhud untuk menuju makrifat. Makrifat ialah suatu keadaan dimana seorang dapat melihat Tuhan. Makrifat merupakan puncak dari tujuan bertasawuf. Kedua tokoh sentral itu ialah (1) Makruf Al Kharqi dan (2) Imam Al ghazali
Adapun pandangan-pandangannya meliputi
1. Tentang makrifat
Al Kharqi berpendapat Tuhan bisa dilihat dengan mata hati, sedangkan Imam Al Ghazali berpendapat Tuhan tidak bisa dilihat, beliau mengatakan bahwa makrifat adalah suatu keadaan dimana manusia dapat melihat, mengenal fenomena-fenomena gejala kebesaran Allah, kekuasaannya dan kasih sayangnya
2. Perbedaan tentang hubungan Makrifat dan syariat
Al Kharqi berpendapat ketika mencapai makrifat seseorang tidak perlu syariat, sedangkan Al Ghazali berpendapat meskipun sudah mencapai makrifat, syariat harus tetap dijalankan mengapa demikian? karena keduanya tidak bisa dipisahkan
3. Perbedaan tentang praktik zuhud
Al kharqi menyatakan praktik zuhud harus lari dari keramaian dunia, sedangkan Al ghazali berpendapat praktik zuhud merupakan praktik penemuan teknologi/ ilmu pengetahuan dan berdzikir kepada Allah
4. Perbedaan tentang tahapan-tahapan menuju makrifat
Menurut Makruf Al kharqi tahapan menuju makrifat ada 4
a. Cinta=Al-hud
b. Menyatu=Al-ittihad
c. Temapt=Al hulul
d. Menyatu dengan Tuhan(Manunggaling kawula gusti)=Al wahdatul wujud
Sedangkan menurut Al ghazali ada 3 tahapan menuju marifat
a. Kosong=Takholli
b. Hias=Tahalli
c. Penampakan=Tajalli
Mata kuliah PAI – Drs. Achmad Rosyidi
udah di follow back,,
ReplyDeletelam knal
slamat menulissss
sub mata kuliah tasawuf di kampus ane biasa pake kitab Nasho'ikhu l-diniyyah. mungkin bisa dijadiin referensi, gan! :)
ReplyDeleteWow sekarang Tasawuf yaw ijin nyimak sobat
ReplyDeletehey sableng..aku da bingkisan geg cepetan diambil sono.....
ReplyDeleteKunjungan gan :D, blom ada buku tamu ya,, ditunggu kunjungan baliknya oke :D
ReplyDeletewahh..g rugi ni saya berkunjung disini.,dapat ilmu baru,makasih sob untuk info tasawuf nya
ReplyDeleteWaduh pencerahan nih ok gan, salam kena az yah.
ReplyDelete